Tuesday, April 6, 2010

pemain asing asal KOREA dipukuli di Wamena

Persisam Putra Samarinda harus membawa berita duka saat bertanding di Stadion Pendidikan Wamena, Sabtu (3/4) malam. Ya, kata duka nampaknya cocok untuk mengambarkan kondisi pertandingan tersebut mengingat telah matinya slogan Fair Play di ranah Wamena tersebut.

Kota Wamena yang berada di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua tersebut menjadi mimpi buruk pemain Persisam Putra yang berjuang mencari kemenangan perdana mereka di ISL. Pasalnya, tindakan anarkis yang dilakukan suporter, pemain dan pengurus serta panpel Persiwa Wamena di kota tersebut memaksa tim Pesut Mahakam menerima kekalahan tipis 1-0.

Gol semata mayang Persiwa diciptakan Imanuel Padwa melalui gol kontroversial. Di menit 75′ saat skor masih 0-0, Persiwa mendapatkan pelanggaran di sektor kiri pertahanan Persisam Putra. Tendangan bebas yang dilakukan Imanuel Padwa mengarah ke sisi kiri dan menyentuh jala luar gawang Persisam yang dikawal Mukti Ali Raja. Namun, anehnya wasit melihat itu sebagai gol.

Pemain Persisam Putra pun melakukan protes keras dan mendatangi wasit. Saat sedang protes, puluhan dan kemudian ratusan suporter Persiwa masuk lapangan untuk mengejar pemain Persisam. Kejadian masuknya suporter Wamena itu berawal dari aksi John Banua (manajer Wamena) yang masuk lapangan untuk mengusir ofisial Persisam Putra, hingga akhirnya terjadi penyerangan tersebut.

Punggawa Pesut Mahakam pun tak bisa melakukan perlawanan berarti. Hal itu dikarena jumlah tim Persisam jauh lebih sedikit dibanding tim Persiwa. Apalagi Persiwa Wamena jelas mendapatkan dukungan penuh suporter mereka.

Nasib paling sengsara, diterima Choi Dong Soo yang mengalami luka robek pelipis kanan, kiri dan dahi, ia dipukuli lebih 10 orang di tengah lapangan. Hasilnya Choi pun harus rela kepalanya di jahit untuk menghentikan pendarahan.

Persisam Samarinda

Selain itu Danilo Fernando (robek di bibir), Akbar Rasyid (bengkak di dahi), Panggah Mardyantara (bengkak di kepala belakang) dan Ronald Fagundez (bengkak mata kanan) juga menjadi korban. Dengan kejadian ini, Akhirnya pertandingan dihentikan wasit Jerry Elly di menit 75′ dan menyatakan Persisam Putra kalah 1-0.

Sementara itu, terpisah manajer tim Persisam, Coeng Agus Setiawan menjelaskan sebenarnya permainan Persisam jauh lebih baik di banding Persiwa. Serangan pun lebih banyak dilakukan kubu Pesut Mahakam hingga akhirnya terjadi kerusuhan yang membuat buyarnya impian meraih hasil maksimal di laga ini. “Koordinasi antar lini membuat pemain lawan frustasi hingga akhirnya mereka bisa menang dengan kerusuhan tersebut,” ucapnya singkat.

Aksi tak terpuji suporter dan seluruh perangkat tim Persiwa Wamena atas Persisam Putra Samarinda di Wamena tersbut langsung direspon manajemen Persisam Putra Samarinda. Langkah tegas langsung diambil Haji Harbiansyah Hanafiah, selaku General Manajer Persisam Putra Samarinda. Ia pun dengan tegas mengatakan akan melaporkan kasus yang disebut “Tragedi Wamena” itu langsung kepada Nurdin Halid, selaku ketua PSSI.

“Saya prihatin dengan kondisi ini, saya harus membela hak mereka(pemain Persisam), dan kasus ini pasti akan kita proses,” sahutnya singkat, seperti di kutip dari Samarinda Pos.

sumber : http://simamaung.com/2010/04/04/persisam-menyerah-1-0-setelah-dipukuli-suporter-wamena/#more-10710

No comments:

Post a Comment