Saturday, February 20, 2010

Ada seorang Ibu yang 18 kali keguguran

Brighton,Perempuan yang berulangkali keguguran biasanya terlanjur trauma dan putus asa untuk kembali hamil karena khawatir akan kejadian serupa terulang lagi. Tapi seorang perempuan di Inggris harus mengalami keguguran hingga 18 kali baru akhirnya punya anak.

Kejadian perempuan keguguran hingga 3 kali mungkin sudah sering terdengar. Kejadian keguguran paling banyak yang ditemui dokter adalah hingga 5 kali.

Rasio satu kali keguguran dialami 5 perempuan. Satu dari 25 perempuan akan mengalami dua kali keguguran, satu dari 100 perempuan akan mengalami tiga kali keguguran, satu dari 600 perempuan akan mengalami empat kali keguguran dan satu dari 600 perempuan akan mengalami lima kali keguguran.

Tapi Angie Baker (33 tahun) adalah perempuan yang mengalami keguguran hingga 18 kali selama 13 tahun. Baru pada kehamilan yang ke-19, perempuan asal Peachaven,-- sebuah daerah yang dekat dengan Brighton di Inggris--, ini berhasil mendapatkan keajaiban memiliki buah hati yang diidamkannya.

Angie sebelumnya tak pernah berani berharap bahwa dikehamilannya yang ke 19 bisa berhasil memiliki anak. Tapi dengan melakukan perawatan di Epsom and St Helier University Hospitals NHS Trust di Surrey Inggris, kini dirinya berhasil menjadi seorang ibu pada Desember tahun lalu. Putri kecilnya itu diberi nama Raiya.

"Dia adalah keajaiban kecilku, aku tak bisa menjelaskan bagaimana perasaanku. Ini seperti mimpi dan aku masih harus mencubit diriku sendiri untuk menyadarinya. Dia sempurna dalam segala hal," ujar Baker saat memeluk putrinya, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (20/2/2010).

Karena seringnya keguguran, Angie sempat membicarakan untuk mengadopsi anak bersama pasangannya Lee Gibson seorang instruktur seni bela diri. Tapi setelah mengalami 17 kali kekecewaan, seorang teman menyuruhnya untuk pergi ke Dr Hassan Shehata's di Epsom and St Helier University Hospitals NHS Trust di Surrey.



Setelah melakukan pemeriksaan di rumah sakit diketahui Angie mengalami masalah umum yang mempengaruhi sekitar 15 persen perempuan. Angie memiliki sub tipe sel darah putih yang tinggi atau dikenal dengan Natural Killer (NK), sel yang bertanggung jawab melindungi diri dari virus.

Karena sel-sel NK terlalu aktif, membuatnya tidak dapat melindungi kehamilannya dan mengira janin yang ada di tubuhnya sebagai benda asing dan menyerangnya. Perawatan yang diberikan oleh Dr Shehata menggunakan steroid yang dimulai sejak sebelum pembuahan yang semakin lama dosisnya semakin meningkat.


Namun masalah Angie belum berakhir. Meski dirinya sempat hamil untuk yang ke 18 kalinya, tapi kemudian diketahui bahwa dirinya mengalami diabetes dan kadar gula darah tinggi akibat steroid yang dikonsumsinya sehingga mengakibatkan keguguran lagi.

"Setiap kali aku hamil, aku selalu berharap bahwa ini akan menjadi seorang bayi dan tidak mengalami keguguran lagi," ungkapnya.

Keajaiban ternyata masih berpihak pada Angie, Dr Shehata berhasil menyesuaikan tingkat insulin untuk dirinya sehingga memberikan keberhasilan pada kehamilan berikutnya. Putri kecilnya yang diberi nama Raiya lahir pada 9 Desember 2009.

"Emosi yang terlibat dalam setiap kejadian keguguran sangat besar. Banyak orang yang akan menyerah begitu saja, tapi dia selalu tersenyum dan itu membuat hidupnya menjadi lebih mudah. Dia adalah seorang pasien yang selalu memiliki mimpi," ujar Dr Shehata.

Dr Sehata menuturkan selama ini dia baru pertama kali melihat ada seorang perempuan yang telah mengalami keguguran sebanyak 18 kali tapi berhasil bangkit hingga akhirnya sukses memiliki anak.

Dr Shehata dan tim biasanya akan memperlakukan perawatan khusus pada seorang perempuan jika sudah mengalami keguguran sebanyak 3-4 kali, perawatan ini akan membantu perempuan tersebut untuk berhasil hamil tanpa mengalami keguguran.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment