Saturday, March 6, 2010

Pedang dan Tongkat Nabi Dipamerkan di Jakarta

Sebanyak 13 benda-benda peninggalan para nabi akan dipamerkan di Jakarta. Di antaranya pedang Nabi Muhammad SAW dan tongkat pembelah laut dan 'ular' milik Nabi Musa AS.

Ada 13 benda bersejarah peninggalan para nabi yang akan dipamerkan di Thamrin City mulai 7 Maret sampai 6 April 2010. Enam di antaranya berupa pedang.

Ada pedang Al Battar yang pernah digunakan Nabi Daud ASuntuk memerangi Raja Namrud, pedang Nabi Muhammad SAW yakni, Al Ma’thur yang terbuat dari Emas dan dihiasi oleh ratusan batu alam, serta jejak telapak kaki Nabi Muhammad SAW saat melakukan Isra’ Mijrad.

Tak hanya itu, dari pameran ini pengunjung juga dapat melihat secara langsung busur panah Nabi Muhammad SAW yang diberikan oleh salah satu kaisar dari Cina.

Untuk mendatangkan benda peninggalan para nabi ini, Thamrin City bekerjasama dengan Piramid Communication dan didukung penuh Kedutaan Besar Turki di Jakarta.

Untuk memasuki area pameran, nantinya pengunjung akan memasuki ruang pertama dan disuguhi film yang menceritakan sejarah Salahudi Al Ayubi, yaitu salah satu tokoh Islam yang sangat disegani di zamannya baik dalam kalangan muslim atau pun agama lainnya. Salahudin adalah salah seorang yang berjasa dalam mengumpulkan benda-benda peninggalan para nabi.

Di ruang kedua, pengunjung akan melihat secara langsung benda-benda peninggalan para Nabi zaman dahulu kala. Selain dapat menyaksikan secara langsung pengunjung juga dapat membaca literatur-literatur tentang mengapa benda-benda tersebut bisa sampai ke Turki.

Ruang terakhir adalah ruang foto, dalam ruangan ini pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang pedang Al Qadib dan Al Ma’thur. Untuk memasuki pameran Pedang Nabi, pengunjung dipungut bayaran Rp 15.000 untuk hari biasa dan Rp 20.000 untuk hari Sabtu dan Minggu.

General Manager Thamrin City Mualim dalam rilisnya yang diterima VIVAnews, Jumat 5 Maret 2010, tujuan diselenggarakannya pameran ini adalah sebagai ajang pendidikan bagi masyarakat. Sebab banyak masyarakat umum yang belum mengetahui bahwa peninggalan para nabi berada di Turki bukan di Arab. "Ini sangat berguna bagi pengetahuan, mengapa benda-benda bersejarah tersebut bisa sampai ke Turki dan siapa yang membawanya," kata dia.

dikupas dari : vivanews.com

5 comments: